SUAMI TIBA-TIBA PAKE MINYAK WANGI=SELINGKUH..???

Kejadian yang akan saya ceritakan di sini sebenarnya sudah berlangsung cukup lama, mungkin sekitar sebulan atau dua bulan yang lalu. Dan karena saat ini status serta kehidupan yang saya jalani sudah berbeda, maka postingan saya akan lebih banyak berkisar rumah tangga, cerita-cerita tentang saya dan suami tercinta, karena emang saat ini kami hanya berdua di rumah kontrakan, gak nyampur ama keluarga. Kalau dulu sih saat masih lajang lebih banyak cerita tentang saya dan teman-teman atau tentang siswa-siswa saya…*jadi kangen ih..^^

Mamas saya itu termasuk golongan pria cuek dalam hal penampilan, seadanya dan gak suka dandanan formil. Kalau lagi jalan-jalan di mall, saya udah sering minta beliau beli lah baju baru, entah kemeja atau kaos, beli celana baru, buat nambah-nambah stock. Tapi gimana pun saya memaksa, suami tetap merasa itu belum perlu, ia lebih suka menggunakan yang masih ada aja. Ujung-ujungnya…ya saya lagi saya lagi yang beli baju baru…hehehe…

Nah..di suatu waktu ketika kami sedang belanja kebutuhan bulanan, tiba-tiba suami mengambil minyak wangi, gak minyak wangi banget sih…lebih tepatnya splash cologne. Walaupun agak heran..saya ajak juga ke tempat minyak wangi khusus pria, tapi mamas berdalih cuma buat di pake-pake dikit aja, ngilangin bau keringet, jadi gak perlu beli minyak wangi mahal-mahal. Saya gak memaksa, karena di otak masih penuh keheranan..KOK TUMBEN…????

Saya sendiri juga dalam kesehariannya emang gak pernah pake minyak wangi, paling banter pake body talk ama lotion. Pernah juga pas lagi beli pulsa, di counter ada minyak wangi non alkohol yang dijual seharga lima ribuan, iseng saya beli. Dan saya baru inget, minyak wangi tersebut sebenarnya habis oleh mamas juga, selalu ia bawa setiap perjalanan tugas ke Palembang. Saya mulai mikir..apa saya yang kurang peka ya..gak ngeh dengan kebutuhan suami.

Sampai di rumah, saya mulai mempertanyakan..kok tumben-tumbennya mau pake minyak wangi. Jujur..di dalam hati kecil saya yang paling dalam dan paling tulus, sedikitpun saya gak mencurigai suami, tapi tetep aja heran dan pengen tau alasannya…pas suami menjelaskan, sangat logis dan bisa diterima, saya sangat percaya. Tapi di sisi lain kok ya masih sedikit terbersit….sangat sangat sedikit..jangan..jangan..jangan..jangan…Mamas bisa ngerasain kegundahan saya…ketika besok pagi berangkat, akhirnya ia memutuskan tidak membawa minyak wangi, dari pada saya gelisah dan curiga aja bawaannya. Tapi saya justru maksa gak apa-apa di bawa aja…ini demi image baik pegawai kereta api juga. Jangan sampe pas ngelewatin penumpang, yang kecium aroma semerbak acem….bukan aroma semerbak wangi.

Namun tak urung..sepeninggal suami, tangan saya langsung gatel mengetik keyword di kotak ajaibnya mbah gugel, “ALASAN SUAMI TIBA-TIBA MEMAKAI MINYAK WANGI” Dan yang pasti lagu minyak wangi-nya Ayu ting ting langsung terngiang-ngiang. Hasil pencarian semua terhubung pada artikel tentang ciri-ciri suami berselingkuh, ada yang 20 ciri, ada yang 15, ada yang hanya 7 atau 5, kesemuanya selalu menempatkan “tiba-tiba memperhatikan penampilan dan menggunakan minyak wangi” di urutan teratas. Astaghfirullah…kok kesannya jadi seolah saya mencurigai suami, namun tak urung tetap saya baca juga, dan memang tak ada satu pun ciri perselingkuhan pada artikel-artikel tersebut saya temui pada suami, karena memang saya percaya 100 % dan alasan mamas menggunakan minyak wangi pun sangat logis dan bisa diterima akal.

Besok malam mamas tersayang pulang, saya pun menyambutnya seperti biasa. Tak ada bau minyak wangi. Ketika akan tidur, tiba-tiba…saya mencium bau wangi….hah..!!wangi dari mana ini…??? beda pula dengan bau minyak wangi suami. Saya sampai mengendus-endus, heran kok ada bau wangi. Suami saya mulai kesal, terutama juga karena capek dan sudah mau istirahat, tapi saya sebagai istri malah berulah curiga. Tapi saya menegaskan sambil mengangkat kedua jari saya..suer…saya gak curiga, tapi heran, kok tiba-tiba ada aroma wangi dari tubuhnya. Sorot mata saya menunjukkan kejujuran, dan mamas pun akhirnya ikut-ikutan bingung, iya yah..kok ada bau wangi tiba-tiba. Kami mulai mengendus-endus…jujur saya udah mulai deg-degan…benak saya langsung mengatakan..ADA MAKHLUK HALUS di kamar ini 😀

Eng..ing..eng…dan akhirnya setelah sibuk mengendus-endus..terjawab sudah dari mana asal bau wangi tiba-tiba tersebut…ternyata dari CELANA PENDEK yang digunakan suami. Celana tersebut emang bahannya paling menyerap wangi. Saya lupa..kalau saya menggunakan pewangi dengan aroma baru waktu nyuci. Hahahaha…akhirnya kami bisa tidur dengan tenang…

Cerita tentang minyak wangi terhentilah sudah…sampai akhirnya terungkit kembali beberapa waktu lalu, saya lupa tepatnya hari apa. Mamas lagi sibuk mencari artikel di internet, saya tidur-tiduran di sampingnya. Ketika mengetik keyword di kotak ajaib mbah gugel…muncul tulisan bekas pencarian “ALASAN SUAMI TIBA-TIBA MEMAKAI MINYAK WANGI”

“Astaghfirullah…” Suami berujar, “tentang minyak wangi dulu sampai di cari di internet”
Deg…jantung saya langsung bedetak…haduuuuh…ketahuan. Tapi saya pura-pura cuek, dengan nyantainya jawab “Itu kan bekas pencarian banyak orang…pantas aja ada di urutan teratas, banyak yang nyari sih..” Suami diem aja..gak memperpanjang, alhamdulillah…selamat…xixixixi… Jadi tambah sayang deh 😀

Dua Kepala Dua Isi

Beberapa waktu lalu saya pernah membuat status di FB yang isinya…”Menikah itu adl belajar berkompromi, istri berkompromi dgn selera suami, suami berkompromi dgn selera istri, ini baru urusan toilet dlm hal desain dan pemilihan warna, blm utk ruangan2 lainnya (tapi seenggaknya utk dapur alhamdulillah udh klop satu selera..^_^), dan blm utk masalah lain yg lbh besar..suami istri hrs saling kompromi dgn selera dan pendapat yg berbeda-beda…”

Status itu emang terkait dengan kejadian yang saya alami baru-baru ini bersama suami. Alhamdulillah atas seizin Allah, dan setelah kurang lebih 2-3 bulan tiap ada kesempatan, berdua touring keliling Lampung mencari rumah yang sesuai dengan budget, mulai dari daerah yang jauh di pelosok sampai perumahan-perumahan swasta di perkotaan, akhirnya saya dan suami memutuskan mengambil rumah mungil di perumahan milik pemerintah di daerah Natar, sekitar setengah jam dari kota Bandar Lampung (alias mo beli yang di tengah kota budget gak mendukung :D), Rumah sederhana tipe 36 dengan luas tanah 84 meter persegi. Hanya ada 5 ruangan: ruang tamu, ruang keluarga, dua kamar tidur, dan satu WC. Di sekeliling rumah kami bangun pondasi yang lebih kuat, menopang pondasi rumah yang seadanya. Kelebihan tanah di belakang 1,8 m x 7 m kami habiskan untuk membangun dapur dan kamar mandi. Kamar mandi yang letaknya di ruang keluarga dibongkar habis agar ruang keluarga terasa lebih luas. Sementara kelebihan tanah di samping seluas 1,8 m x 12 m dihabiskan juga, tapi belum tau mau digunakan untuk ruangan apa.

Nah.. masalahnya saya dan suami berbeda selera untuk urusan warna dan design keramik toilet. Dari awal sebenarnya sih udah ada kesepakatan (lebih tepatnya sih permintaan saya..hehe..), untuk toilet dan dapur, semua harus saya yang pilih warna dan motif keramik. Untuk yang lain terserah..saya ngikut aja. Walaupun dlm prakteknya ternyata gak mudah nerapinnya. Saya tetap protes ketika ada yang gak sesuai dengan kehendak saya di luar urusan warna dan motif keramik, diantaranya model shower pilihan suami, saya kurang berkenan. Begitu pula suami, yang cenderung maunya kamar mandi bernuansa putih, saya justru memilih warna beige. Kami agak sama-sama gimana gitu dengan pilihan masing-masing. Ada sedikit rasa menyesal dakam hati saya…kenapa gak ngikutin maunya suami, tapi di sisi lain hati saya berkata: kan udah kesepakatan semuanya saya yang pilih. Duuh…klo mau egois2an bisa ribut gede nih untuk urusan ginian. Ini baru masalah kamar mandi dan dapur. Kami belum melangkah untuk urusan ruangan-ruangan lainnya.

Namun lambat laun…saya mulai menerima, ya gak apa-apalah model showernya begitu, toh yang keluar juga sama aja, masih air air juga :D, suami pun lambat laun mencoba ikhlas dengan pilihan warna saya..xixixixi. Bahkan kemarin akhirnya mengakui…ternyata bagus juga ya warna beige untuk di kamar mandi….Yesssss….!!!! :D. Seorang tetangga yang juga lagi ngebangun rumahnya, bahkan sampe memfoto toilet kami karena mau ngikutin pilihan warna dan model keramik. Alhamdulillah klo bisa memberi inspirasi untuk warga lain.

Untuk urusan dapur, alhamdulillah gak ada masalah. Berjalan lancar dan mulus. Belajar dari pengalaman toilet, ketika memilih keramik, saya minta pendapat suami, ketika ia tak suka dengan pilihan saya, saya gak maksa, begitu pula sebaliknya, suami ngalah ketika saya gak suka dengan pilihannya, sampai akhirnya kami ketemu dengan pilihan warna dan motif keramik yang sama-sama kami suka, alhamdulillah…

Belajar berkompromi dimulai dari hal-hal kecil. Karena setelah ini, tentu akan banyak masalah-masalah lain yang lebih besar dan lebih urgen di mana kami berdua harus saling menerima pendapat masing-masing, sepanjang tidak menyimpang dari koridor agama tentunya. Kalau punya anak, mungkin nanti untuk urusan pemilihan sekolah, pola didik, dsb. Dua kepala dengan dua isi yang berbeda, namun akan hidup terus berdampingan satu sama lain, (sampai ajal memisahkan insya Allah..aamiin..), maka tak ada kata lain selain saling berkompromi, tak bisa saling memaksakan kehendak. Duuuuh…saya kayak yg udah pengalaman berumah tangga aja yak :D. Sebenarnya ini nasehat untuk diri saya sendiri, semoga gak sulit dalam prakteknya, karena wanita emang cenderung egois, suka memaksakan kehendak…

Note:
Perumahan yang insya Allah akan kami tempati bulan januri thn depan, emang perumahan baru. Warga yang menempati belum banyak, bahkan sampai saat ini pembangunan rumah masih berlangsung. Di blok yang saya tempati, blok M, rata-rata pemilik rumah tengah membangun dan merenov, ya tau sendiri lah gimana kondisi rumah KPR BTN milik pemerintah, kurang memadai kalau langsung ditempati. Insya Allah awal tahun selesai renovasi rumah, banyak warga yang sudah mulai menempati. Semoga berkah, saya dan suami betah dan merasa nyaman, dan semoga setelah rumah, Allah memberi rezeki anak pada saya dan suami, aamiin…