Novel, Film, K-drama, dan Murid Saya

Saya mempunyai murid privat kakak adik yang memiliki hobby dan kegemaran persis sama dengan saya. Kami sama-sama hobbi nonton drama korea, gak suka k-pop dan lebih suka ama lagu-lagu ost drama koreanya. Hobbi nonton film dan baca novel. Waktu saya masih ngajar sang kakak (saat ini sudah kuliah tahun ke 2), kami kerap ngobrolin film-film dan drama korea, sehingga waktu belajar otomatis harus saya tambah. Bahkan lagu-lagu di hape saya yang penuh dengan ost korean drama, sebagian besar di donlotin ama murid saya ini. Namun kadang-kadang saya juga menjadi pendengar yang baik jika murid saya ini curhat, baik curhat tentang pacar atau kegalauan masuk kuliah. Sesekali saya beri masukan, baiknya bagaimana dalam mengambil keputusan.

Ketika si kakak udah masuk kuliah, saya sempat mikir, saya sepertinya akan merindukan masa-masa ngobrol panjang lebar tentang hobby dan kegemaran bersama murid saya ini. Namun rupanya, adiknya yang akhirnya saya ajar juga, memiliki hobby yang sama pula. Bahkan jauh lebih maniac. Kalau dari kakaknya, hape saya penuh dengan ost drama korea, maka dari adiknya netbook saya penuh dengan film-film, baik korea maupun hollywood, sampai memori netbook saya kepenuhan.

Saya akan membiarkan obrolan tentang film dan novel ini berjalan lama dengan melihat kondisi. Kalau dalam kondisi mereka akan ulangan atau banyak tugas, saya membatasi obrolan, kadang saya hanya mendengar dan tidak menanggapi sama sekali. Biasanya mereka pun cukup mengerti, bahwa saat itu bukan saat yang tepat untuk banyak ngobrol.

Namun jika kondisinya seperti tadi, murid saya baru selesai ulangan, dan baru masuk bab baru, belajarnya agak santai, maka kami selingi dengan obrolan yang temanya tetap sama, apalagi kalau bukan ngobrolin drama-drama korea, film dan novel. Dan akhirnya…saya tergoda (kembali) untuk mengcopy file-file filmnya murid saya. Kebetulan masih punya 2 buah flashdisk 8 GB yang kosong. Lumayan lah bisa dapat beberapa judul film. Hmm…saya jadi mulai berpikir, ingin membeli memori eksternal saja. Tapi apakah itu sebuah kebutuhan yang urgen? atau hanya sekedar memuaskan kesenangan saja…

Iklan