Eragon si Penyihir

Sambil menunggangi Saphira, naga kesayangannya, Eragon berteriak mengeluarkan mantra sihirnya. Pedang di tangan, ia kibas-kibaskan menahan serentetan panah yang menghadang. Dengan sihir, ia berhasil melemparkan batu-batu kerikil pada para penyerang. Akhirnya Eragon berhasil memenangkan pertempuran, ia mendarat dengan bangga bersama naganya.

“Kita berhasil..!! Kita memenangkan pertempuran..!!” Ia berteriak kegirangan.

Tiba-tiba sesosok bayangan yang berbadan besar, mendatangi Eragon. Bayangan itu semakin dekat. Wajah Eragon pias, badannya gemetar. Bayangan itu semakin mendekat. Eragon pasrah, menutup matanya.

“Denoooo…!!! Berapa kali ibu bilang, kursi bukan buat dinaik-naikiin…!! Itu lagi.., tongkat kakek kamu ambil. Hah…?? Ini apa..?? Pantes sendok ibu habis..haduuuh..”

Sebuah cubitan kuat mendarat di telinga mungilnya.

 

Diikutsertakan dalam #FF100Kata

Iklan

23 thoughts on “Eragon si Penyihir

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s