[Berani Cerita #34] Kisah Gavin dan Eleanor

Eleanor menarik tangan laki-laki di hadapannya.

“Jangan pergi, aku mohon, jangan pergi kesana, Gavin.”

Gavin, laki-laki tinggi tegap, dengan rahang kuat membingkai wajahnya, menatap Eleanor dengan pandangan penuh penyesalan.

“Ini adalah perjanjian yang harus ditepati, Eleanor. Kau tahu, aku adalah laki-laki sejati. Pantang bagiku melanggar apa yang sudah disepakati.”

“Tapi bayi ini, bayi dalam rahimku ini…” Eleanor terisak, tak mampu meneruskan kata-katanya. Tangan mungilnya mengelus perutnya yang membelendung. Sesaat laki-laki di hadapannya meragu.

Teringat oleh Gavin pertemuan setahun lalu dengan Eleanor, di depan sebuah gorong-gorong yang selama ini menjadi legenda kota Andorra, bahwa siapapun yang melewati gorong-gorong misterius tersebut akan lenyap bagai di telan bumi. Dan malam itu, ia bertemu Eleanor yang nyaris masuk ke dalam gorong-gorong. Wanita mungil dengan rambut panjang ikal keemasan tersebut tengah depresi karena ditinggal kekasihnya. Dalam keadaan linglung, Eleanor bermaksud melewati gorong-gorong, dan Gavin menemukannya. Mereka saling jatuh cinta, menikah serta hidup berbahagia. Hingga tepat satu tahun kemudian, di tempat yang sama, Gavin harus menepati janjinya akibat menikahi Eleanor.

“Kau telah menukar kehidupan sejatimu dengan cinta, Gavin. Kau telah memilih sendiri jalan hidupmu. Kini saatnya kau kembali.”

Kalimat itu terus terngiang-ngiang di telinga Gavin. Ia telah membuat perjanjian, bahwa demi mendapatkan cinta Eleanor, dan meninggalkan tugas resminya sebagai pembasmi penjahat kota, ia hanya mendapatkan jatah tinggal di kota Andorra selama setahun, untuk kemudian harus kembali ke asalnya.

“Gavin, demi aku dan anakmu ini, lupakan perjanjian itu. Tinggallah terus bersama kami.”

Suara lemah Eleanor membuyarkan lamunan Gavin. Itu tak mungkin ia lakukan. Ia telah melanggar tugasnya karena jatuh cinta, dan perpisahan ini adalah hukumannya. Jika ia terus memaksakan diri hidup bersama Eleanor, maka ia hanya akan memberikan kematian untuk Eleanor dan bayi mereka. Gavin tak punya pilihan lain. Ia rengkuh wanita di hadapannya, ia peluk dengan segenap jiwa raganya. Kemudian ia cium kening wanita itu dengan hati tersayat.

“Maafkan aku, Eleanor, maafkan aku. Kini sudah saatnya. Jaga anak kita baik-baik.”

Perlahan tapi pasti, Gavin meninggalkan Eleanor, dan berjalan menuju gorong-gorong misterius, tempat darimana ia berasal, yang akan membawanya pulang pada kehidupan modern, tiga ratus tahun ke depan.

“Gaviiiiiin..”

Teriakan Eleanor masih sempat terdengar, ketika sebuah kilauan cahaya menyambutnya di ujung gorong-gorong. Gavin merasakan badannya tertarik kuat oleh cahaya menyilaukan itu. Sebuah tarikan gravitasi yang tak mampu ia lawan.

“Aaaaaaaaagh…!!!” Gavin berteriak seiring dengan tarikan sebuah tangan di bajunya.

“Bangun, Bung. Kereta ini sudah sampai.”

Gavin terbangun, memandang sekeliling. Ia berada dalam gerbong kereta bawah tanah yang telah sepi.Β  Jadi ia bermimpi, Eleanor, sang bayi, gorong-gorong misterius. Aaaah..Gavin menutup wajah dengan kedua tangannya. Mimpi itu..sangatlah nyata.

Tepat ketika Gavin melepas tangan dari wajahnya, matanya terbelalak, mulutnya hanya bisa menganga. Wanita cantik dan mungil dengan rambut panjang ikal keemasan, lewat sambil tersenyum padanya…Eleanor…

446 kata

Iklan

39 thoughts on “[Berani Cerita #34] Kisah Gavin dan Eleanor

  1. wuahhh,, idenya time travel.. ^^
    jadi inget film “The Time Traveler’s Wife”… tentang istri yg punya suami time traveler..
    endingnya sebenernya bisa ditafsirin beda jg mba.. si Gavin ngira itu mimpi, padahal sebenarnya dia emg pergi ke dimensi berbeda. Istrinya, ikutan time travel jg. makanya ketemu. hahaha #maksa xD

    • yaa..bisa juga sih begitu, bahwa ia emang pergi ke dimensi yg berbeda, jalannya ya melalui mimpi..hehe..
      klo aq sih idenya dari drama korea, ada tiga judul drakor yg semua temanya sama, yaitu ttg time traveler.. πŸ˜€

  2. Mimpi tuh twist yg gak nge-twist, Her! Tpi bgus endingnya, Gavin kayak ngeliat gadis yg mirip Eleanor. Tapinya lagi, cerita ini jadi ngegantung dan gak tuntas! Apakah Gavin akhirnya kenalan ama gadis itu? Ngedate? Jalan bareng? Nikah? Atau ngimpi lagi? Hehe

    • mimpi itu twist yg klo udah kehabisan ide πŸ˜€
      klo dilanjutin jadi puanjaaaang….akhirnya malah jadi novei..hahaha…

      klo jadi cerita utuh, niatnya si Gavin emang bisa bolak balik lintas waktu, Eleanor di masa modern sendiri adalah turunan kesekian dari Eleanor 300 tahun lalu..ngayal banget yak πŸ˜€

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s