[BeraniCerita #31] Kisah Nina si Istri

Braaakkkk…!!! Nina membanting pintu kamar, dan menguncinya. Ia menangis tersedu-sedu.

“Honey…buka dong pintunya,” Terdengar ketukan dari luar.

“Nggak..!!”

“Honey..cintaku, sayangku, manisku.”

“Nggak..!!”

“Baiklah..baiklah..abang ngalah, ayo kita pergi.”

“Janji..?”

“Iya, janji. Tapi buka dulu dong pintunya.”

Nina menghapus air matanya, dan tersenyum penuh kemenangan, suamiku memang suami yang paling baik di seluruh dunia. Pintu dibuka. Nina langsung memeluk suaminya, sambil berkata, “terima kasih, abang sayang,” dan kemudian melepaskan pelukannya, meninggalkan suaminya menuju mobil di garasi. Asyiik, tas mahal seharga satu juta itu sebentar lagi jadi milikku, pikir Nina. Arman, sang suami, hanya bisa mendesah sambil mengikuti istrinya.

********

“Honey, ayolah dimakan, nanti sakit.”

“Nggak! Biar aja sakit, biar mati sekalian.”

“Aduh, jangan ngomong gitu dong, kalau honey mati, nanti abang ama siapa?”

“Ya salah sendiri, kenapa nggak mau nemenin ke salon.”

“Tapi kerjaan dari kantor lagi numpuk, sayang.”

“Ya sudah, mulai detik ini aku nggak mau makan apa-apa.”

“Iya deh, iya, hayuk ..hayuk..abang temenin.”

“Naaah..gitu dong.” Nina tersenyum lebar. Kali ini ia mengambil tangan suaminya dan menciumnya berkali-kali. “Terima kasih, abang sayang, terima kasih…terima kasih..” Dan Arman lagi-lagi hanya mendesah.

********

Nina merasa menjadi wanita paling beruntung di dunia. Di saat banyak teman-temannya yang mengeluh tentang suami mereka yang tidak perhatian, tidak mengerti istri, tidak bisa memanjakan istri, Nina justru mendapatkan semua itu dari suaminya. Apapun yang menjadi keinginannya, selalu dipenuhi bang Arman. Jika tidak, Nina cukup mengeluarkan jurus mautnya, yaitu ngambek, yakin seratus persen setelah itu bang Arman akan memenuhi semua kemauannya. Bagi Nina, tanda bahwa seseorang itu sayang adalah dengan menuruti apapun yang menjadi keinginannya, seperti yang telah dilakukan kedua orang tuanya.

Kini saatnya bagi Nina membalas budi. Ia juga sayang pada bang Arman. Sekali-sekali ia pun ingin memanjakan suaminya. Ia tahu bahwa Arman sangat ingin mengganti tas kerjanya yang usang, tapi selama ini Nina tidak mengizinkan Arman membeli tas kerja baru, ia khawatir karena Arman akan tampak semakin gagah dengan tas baru menggantung di punggungnya, yang artinya ia harusΒ  siap-siap kembali melabrak para karyawan wanita rekan kerja Arman.

Sore yang cerah di hari minggu, Nina dengan ceria pulang sambil membawa bungkusan besar. Ia ingin membuat kejutan untuk suaminya. Tadi ia izin keluar dan mengatakan pada Arman akan pulang menjelang maghrib. Namun akhirnya ia memutuskan untuk pulamg cepat saja karena tak sabar ingin memberi kejutan.

“Abang sayang….honeymu pulang..”

Tak ada jawaban.

“Abang..abang…”

Tetap sepi. Nina masuk kamar berharap suaminya tengah tidur. Namun sama saja, tak ia temukan suaminya di sana. Tiba-tiba matanya terpaku pada sebuah benda di sudut ranjang. Sebuah tas kerja ransel berwarna coklat, yang masih sangat baru. Di dekat tas tersebut, tergeletak sebuah kertas, Nina mengambil dan membacanya dengan perasaan yang campur aduk.

“Mas Arman, aku sudah tak tahan melihatmu setiap hari datang dengan tas kerja butut itu. Maafkan aku lancang membelikan untukmu. Kalau istrimu yang mengerikan itu bertanya, katakan saja ini hadiah dari kantor karena prestasi kerjamu.Β  Yang selalu menyayangimu: Ratna.”

Jumlah kata: 451

Iklan

40 thoughts on “[BeraniCerita #31] Kisah Nina si Istri

  1. Endingnya bagus penyampaiannya.
    Sebagai suami, Arman harus tegas, mendidik istrinya untuk tidak ngambekan. Sifat lemah seperti itu justru akan menjerumuskan dirinya, istrinya bisa makin posesif. Aura cinta di antara mereka akan memudar.
    Beberapa bulan yang lalu ramai di infotainment kasus perceraian antara artis yang juga anggota legislatif. Wanita tsb kecewa pada suaminya karena tidak bisa menafkahi dirinya untuk keperluan perawatan tubuhnya sebesar sekian puluh juta sebulan.

    • terima kasih pak…
      Pelajarannya sih ya jadi suami emang harus tegas, karena suami imam dlm rumah tangga, dia yg mendidik istri dan anak-anaknya, klo gak tegas yg bisa didominasi ama istri…dan jelas akan memudarkan cinta keduanya..

      Iya…saya juga sempet ngikutin berita tsb, semoga gak byk istri2 yg ngikutin anggota legislatif tsb..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s