[BeraniCerita #29] Anakku Sayang Anakku Malang

“Jadi kamu nggak suka?” Jodi membuang puntung rokok di tangannya yang tinggal setengah dengan gusar.

“Puas?!” sambungnya kasar, sambil berlalu meninggalkan Daniar begitu saja.

Daniar menahan nafas, tak berkata apa-apa. Sakit di bathinnya sudah biasa ia rasakan. Perlakuan kasar dari suami adalah makanan sehar-hari.

*********

Daniar jatuh cinta pada Jodi sepuluh tahunΒ  lalu, saat keduanya bertemu dalam sebuah proyek dosen di desa terpencil yang letaknya di pedalaman Sumatera bagian selatan. Tapi Jodi perokok berat, Daniar tak suka itu, namun ia telah kadung jatuh cinta. Jodi tampan dan pintar, sikapnya yang suka menolong dan bersahabatlah yang membuat Daniar takluk. Daniar berharap, kelak setelah menikah, lambat laun kebiasaan buruk Jodi dapat berubah. Ia yakin, dengan besarnya cinta Jodi pada Daniar, maka laki-laki itu akan menuruti keinginan Daniar yang memintanya berhenti merokok. Ternyata Daniar salah, Jodi tak pernah berubah. Bahkan setelah menikah, kegemarannya menyuplai nikotin ke dalam paru-paru semakin bertambah. Pernikahan mereka kerap diwarnai pertengkaran, terutama jika sudah bersinggungan dengan masalah benda laknat tersebut.

Sebenarnya bukan tanpa alasan Daniar meminta Jodi berhenti merokok. Terutama akhir-akhir ini, ia semakin gencar mengingatkan Jodi, tak peduli Jodi marah-marah atau menganggapnya sebagai wanita yang tak mengerti suami. Daniar hanya memikirkan putra semata wayang mereka yang berusia sembilan tahun, Rendi. Minggu lalu, Daniar membawa Rendi ke rumah sakit karena batuknya yang tak kunjung reda. Dokter mendiagnosis Rendi terkena penyakit paru-paru akibat terlalu banyak zat nikotin yang terhirup. Baru-baru ini Daniar pun membaca berita tentang seorang anak sekolah, yang meninggal karena ia adalah perokok pasif, terlalu banyak menghirup asap rokok yang dikeluarkan dari mulut sang ayah. Daniar tak ingin hal yang sama terjadi pada Rendi.

*********

“Aku nggak perduli lagi, kali ini aku harus bertindak,” Daniar membathin. Ia sudah membulatkan tekad, harus bertindak tegas, tak peduli Jodi mau semarah apapun padanya. Daniar masuk kamar, ia bermaksud membuang semua rokok persediaan Jodi. Daniar tahu persis di mana Jodi menyimpannya. Jodi pun tak pernah berusaha untuk menyembunyikannya.Ia bukan tipe laki-laki yang takut istri. Mungkin Jodi akan dengan mudah membeli kembali rokok berpak-pak. Namun keberanian Daniar mengambil dan membuang rokok simpanan suaminya sudah cukup membuktikan bahwa kini genderang perang telah dibunyikan. Daniar tak lagi diam dan menyimpan sendiri sakit hatinya.

Daniar membawa kotak persegi dari kayu yang isinya penuh dengan rokok simpanan Jodi. Tepat di bibir pintu, Rendi berdiri sambil menatap tajam Daniar.
“Mama.., apa yang mama lakukan?” Tanyanya marah. Sebatang rokok yang nyaris habis, dengan asap masih mengepul di ujungnya, terselip di antara jari jemari Rendi yang mungil.

Jumlah kata: 378

Iklan

26 thoughts on “[BeraniCerita #29] Anakku Sayang Anakku Malang

  1. waduh…. lebih gawat. anaknya udah jadi perokok berat. ini mungkin namanya ayah kencing berdiri anak kencing berlari πŸ˜€

  2. herma, sini deh aku bilangin. nyaris tak ada gunanya membuang persediaan rokok – bahkan jarang sekali seorang perokok ‘menimbun’ persediaan rokok – sebab rokok itu bukan cerutu. cerutu mungkin susah didapat, tapi rokok bisa dibeli dimana-mana.

    lalu, seorang ibu yang full time ada di rumah – nggak diceritain kalau dia wanita karier kan? – mestinya tahu kalau anaknya merokok. anak-anak saat mulai mencoba merokok pasti batuk-batuk. dan seorang ibu akan bertanya atau menerka sebabnya. lalu dia akan tahu anaknya melakukan apa.

    keep writing ya.. πŸ˜‰

    • oowh..jarang ya org itu nyimpen rokok. Di atas sih sy ceritain, Dniar tau gak ada gunanya buang persediaan rokok suaminya, toh suaminya bisa beli lagi (cuma sy yg gak tau laki2 jarang nyetok rokok :D), tapi itu hanya menunjukkan bentuk perlawanannya..membuktikan ia berani skrg..

      Iya yah benar juga..Daniar tahu anaknya batuk2 dan dibawa ke rs. Diagnosa dokter kena paru2. Gak masuk akal ya emang utk bagian ini..harusnya ngeh dong klo itu krn rokok..:D

      Okee..makasih bgt masukannya mas..

  3. Gokil nih cerita! Gue suka! Plot dan twist-nya sih dapet, tapi kelogisan pada sikap Daniar yg gak tau Rendi udah begitu lancarnya ngerokok. Kebal.. Kebul smbil marah2, “Ma .. Mah!” hehe..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s