Khayalan Tingkat Tinggi

Khayalan…siapa sih yang nggak pernah ngelakuinnya. Saya yakin hampir setiap orang pasti pernah berkhayal, apapun bentuk dan tipe khayalannya. Ada yang khayalannya masuk akal, ada yang tidak sama sekali. Menurut saya khayalan yang masuk akal dan bisa dicapai asal dibarengi dengan usaha dan kerja keras serta iringan doa, maka itu adalah impian atau cita-cita. Namun jika khayalan tersebut sebenarnya masuk akal dan dapat dicapai, namun tidak ada usaha untuk mencapai khayalannya itu sendiri, maka selamanya akan tetap menjadi khayalan. Berkhayal punya mobil, tapi malas bekerja dan berusaha, selamanya punya mobil itu hanya akan menjadi khayalan.

Baiklah, saya tidak akan membahas panjang lebar tentang jenis-jenis khayalan. Di sini saya hanya akan bercerita apa yang telah menjadi khayalan saya selama ini. Namun karena saya merasa yakin bahwa sebenarnya apa yang menjadi khayalan saya ini dapat dicapai, maka selanjutnya saya akan menyebutnya sebagai impian saya.

Banyak sekali impian yang bergelayut selama ini di dalam otak saya. Namun keinginan yang paling besar dalam hidup saya ada tiga. Saya tidak memasukkan keinginan untuk menikah dan memiliki keluarga kecil yang bahagia, karena menurut saya itu bukan khayalan atau impian, itu adalah sesuatu yang insya Allah memang akan terjadi, walaupun tetap harus dibarengi dengan doa.

Impian besar dalam hidup saya antara lain:

1. Saya ingin memiliki usaha home industry dengan merangkul ibu-ibu dan remaja puteri di lingkungan tempat tinggal saya.

Keahlian saya merajut (walaupun sebenarnya belum ahli-ahli banget sih..) ingin sekali saya tularkan pada ibu-ibu dan remaja puteri yang kebetulan selepas SMA tidak bekerja atau melanjutkan kuliah. Saya pikir daripada melihat mereka berdiri bergerombol,ngobrol-ngobrol yang gak jelas di depan rumah, yang ujung-ujungnya ghibah, lebih baik mengajak mereka pada kegiatan bermanfaat yang dapat menghasilkan income. Tidak harus di lingkungan tempat saya tinggal. Mungkin jika kelak Allah mengizinkan saya menikah dan ikut suami, maka saya dapat melakukannya di lingkungan tempat suami tinggal. Kegiatan ini dulu pernah coba saya rintis, berkoordinasi dengan Murobbi (guru ngaji) saya. Sudah cukup banyak ibu-ibu yang mendaftar ingin mengikuti kegiatan belajar merajut. Saya bahkan sudah membeli benang dan hakpen yang cukup banyak. Sayangnya..surat resign yang saya ajukan 2 tahun lalu, tidak di acc. Setelah bernegosiasi dengan pihak managemen, saya akhirnya kembali bekerja dan kegiatan terpaksa dipending. Walaupun toh akhirnya setahun kemudian saya kembali mengajukan resign, dan kali ini langsung di acc, karena sudah tak mungkin ditahan lagi. Keinginan memberdayakan ibu-ibu dan remaja puteri untuk mendirikan home industri rumah rajut, tetap menjadi impian saya yang semoga kelak dapat terwujud.

2. Menjadi Novelis

Ini adalah impian saya sejak kecil. Sejak SD saya sudah hobby mencoret-coret di kertas membuat cerita fiksi. Jaman saya SD dulu belum ada komputer, boro-boro internet. Saya menulis cerpen anak-anak di kertas atau buku. Sesekali di mesin tik. Namun cerpen-cerpen tersebut, hanya menjadi konsumsi pribadi. Saya meminta teman-teman dan saudara untuk membacanya. Ada satu kejadian dengan kakak sulung saya yang masih saya ingat sampai sekarang (bahkan dia pun saya yakin sudah lupa). Ketika kakak saya membacanya, ia mengira bahwa saya menulis ulang dari majalah anak-anak. Ketika saya bilang itu hasil saya sendiri, ia tidak percaya. Kami sempat ngotot-ngototan saat itu. Haha..lucu sekali. Namun akhirnya kakak saya percaya juga kalau itu buatan saya. Keinginan untuk menjadi novelis, selamanya hanya akan menjadi khayalan jika saya tak berusaha mewujudkannya. Saya tahu bahwa saya masih setengah-setengah dalam mewujudkannya. Usaha dan kerja keras saya kurang. Kadang-kadang saya menganggap kesibukan kerja yang menjadi penghalangnya, namun jika dipikir-pikir, orang lain yang jauh lebih sibuk masih bisa meluangkan waktunya untuk menulis. Berarti masalahnya ada di saya, niat ada namun kemauan kurang kuat. Kok malah jadi curcol yah…http://www.smileycodes.info Tapi impian ini tetap selalu ada dan tak pernah hilang. Saya memimpikan kelak di toko-toko buku, akan bertengger novel-novel karya saya sendiri. Novel-novel tersebut menjadi best seller, di filmkan, dan saya menjadi pembicara untuk pelatihan-pelatihan menulis. Wuiiih…itu bukan khayalan semata, jelas dapat terwujud jika diusahakan. Namun untuk beberapa alasan, kadang saya juga harus mengedepankan realita. melihat kesanggupan dan mengukur batas kemampuan diri. Yang pasti, keinginan untuk menjadi novelis yang dulu saat kuliah sempat terkubur, semoga kelak benar-benar dapat terwujud, aamiin..

3. Beribadah ke Tanah Suci

Siapa sih yang tak ingin mendatangi rumah Allah. Saya yakin semua umat Islam pasti memiliki keinginan tersebut. Kadang saya iri dengan teman-teman yang telah berkesempatan lebih dahulu untuk menjalankan ibadah umroh.Β  Sementara saya masih harus menyimpan keinginan tersebut dalam-dalam. Tabungan saya kebetulan sudah digunakan untuk keperluan lain, membangun rumah kontrakan, dan itupun belum selesai, sehingga saya harus kembali menabung dari awal jika ingin tetap ke sana. Namun impian saya sebenarnya sih ingin ke tanah suci bareng suami, semoga ini pun dapat terwujud, aamiin..

Demikian tiga impian besar dalam hidup saya, yang saya tahu pasti selamanya hanya akan menjadi khayalan jika saya tak berusaha mewujudkannya. Sebenarnya ada tambahan dua lagi, saya berkhayal bahwa bimbel yang saya dirikan bersama teman-teman akan berkembang pesat, membuka cabang di mana-mana, mendirikan franchise, memiliki banyak karyawan, sehingga kami sebagai pendiri pada akhirnya bisa pensiun, ongkang-ongkang di rumah dan tinggal menerima hasil saja. Namun tidak saya masukkan sebagai khayalan pribadi, karena tentunya itu adalah keinginan bersama, bukan saya sendiri. Kemudian, karena saya hobby ngetrip, dan sekaligus penggemar drama Korea dan serial silat mandarin, saya selalu berkhayal suatu saat dapat berwisata ke Korea dan Hongkong. Baru kemudian dilanjutkan berwisata ke negeri-negeri yang indah di luar sana seperti Edensor, kepulauan Karibia, dan sebagainya. Namun mengenai wisata luar negeri ini, saya baru mengkategorikannya sebagai khayalan, bukan impian, ya..mungkin suatu saat bisa saja terwujud..who knows..?? Namun saya memang tidak terlalu berupaya untuk itu. Selanjutnya..saya hanya bisa berharap, setelah berusaha semaksimal mungkin, semoga Allah mendengar doa-doa saya, mengabulkan apa-apa yang menjadi impian saya. Aamiin..

β€œKhayalan ini diikutsertakan dalam Giveaway Khayalanku oleh Cah Kesesi Ayutea”

Iklan

28 thoughts on “Khayalan Tingkat Tinggi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s