PENCURIAN FOTO

Beberapa hari yang lalu saya dan teman-teman terlibat obrolan ringan di ruang guru. Saat itu saya agak kekenyangan habis makan siang, jadi bawaannya malas dan ngantuk. Biasanya sambil ngobrol-ngobrol gitu, saya tetap bekerja depan netbook, menyusun soal-soal atau melakukan editing. Namun karena saat itu bawaan saya sudah males aja, jadilah saya ganti tab, buka fb. Di sana saya lihat seorang teman online, padahal dia yang termasuk lagi ngobrol siang itu, dan hapenya saya lihat tergeletak begitu saja.

“Mba puti kok online?”

“Iya say, daku kan emang online terus di BB.”

“Ooowh….”

Seorang teman menimpali.

“Aku juga, tetap online terus di BB. Emang mba Herma gak?”

“Aku online juga, tapi khusus buat chatnya di offline.”

“Kenapa? males ya suka ada yang negor.”

Saya nyengir aja.

“Makanya say…pp-nya ganti, jangan sorangan…rame-rame ama siapa kek.”

Saya dengan semangat langsung membela diri.

“Eitts…jangan salah, pp saya di FB ‘save egypt’ kok.”

Rekan guru ikhwan yang sedari tadi diam, menimpali.

“Tapi album fotonya banyak kan? kadang orang justru penasaran karena gak ada pp-nya mba…”

“Ooowh…iyaaa…” Hampir berbarengan saya dan teman-teman berseru.

Hmm…ya mungkin ada benarnya juga apa yang dikatakan teman saya itu, dan bisa jadi itu ucapan yang mewakili kaumnya. Tapi apa dengan begitu saya harus mengganti PP dengan wajah asli, supaya orang tidak penasaran dan tidak perlu ngubek-ngubek album foto. Rasanya gak menjamin juga. Sejauh ini saya belum berniat mengganti pp saya di FB, pp saya di FB adalah sebagai bentuk dukungan saya terhadap rakyat dan ikhwanul muslimin di Mesir. Yang paling tepat adalah membuang semua foto-foto atau diprivat. Album foto saya sebagian besar di privat khusus buat kontak. Namun sebenarnya itu masih belum aman juga, bukan semata-mata supaya tidak ada yang menegur di papan chat.

Seorang teman mengatakan bahwa bisa aja foto-foto yang diupload di download orang. Sebenarnya saya pernah mengalami itu, dan sampai sekarang agak bingung dengan kejadiannya. Saya mengupload foto yang settingannya hanya untuk kontak. Tiba-tiba ada yang nge-add. Mutual friendnya gak ada sama sekali. Jelas gak akan saya terima, saya hanya mengapprove friend request jika ada mutual friendnya, dan mutual friend-nya pun orang yang saya kenal, jika mutual friend-nya cuma satu dan saya gak tahu pula siapa, biasanya diabaikan. Entah kenapa, saya mengklik nama orang yang barusan nge-add, dan saya kaget bukan kepalang, deg-degan dan takut sekali, foto yang barusan saya upload, ada di wall orang tersebut. Dan ternyata bukan hanya saya, banyak sekali foto-foto wanita di wall orang tersebut. Kebanyakan sih abg, ada yang kerudungan ada yang tidak. Apa tampang saya kayak masih abg kali yah…hueexxx… *maaf yg tidak setuju, hanya intermezo 😀

Saya langsung kirim message di inbox, dengan marah meminta supaya orang tersebut menghapus foto saya. Tidak pernah di jawab, dan beberapa hari kemudian saat saya cek, Fb orang tersebut sudah deaktive. Entahlah…saya hanya berharap semoga foto saya tidak disalah gunakan untuk hal-hal buruk yang merugikan, aamiin.

Namun yang cukup membuat bingung, padahal sudah diprivat, kok masih bisa ya di curi..

Iklan

28 thoughts on “PENCURIAN FOTO

    • iya mba..katanya sih buat keamanan foto itu sebaiknya rame2, atau dri jarak jauh, atau size-nya di kecilin.
      Saya juga, klo foto dari jarak deket atau close up rada gak pede.. 😀

  1. Jangan merasa aman dan nyaman kalau fb penjahat tadi kelihatan deaktive, tidak semudah itu ia yg jahat itu rela men-deaktive akunnya, tapi kebanyakan yang terjadi adalah mereka mengganti nama akun, artinya isi fb nya tetap sama dg berisi ribuan foto hasil curiannya, meski nama akun fb-nya sudah ganti.

    Inilah kelemahan FB, Twitter, dan socmed lainnya yang bisa disalahgunakan untuk kejahatan. Saya pernah melakukan investigasi seperti ini untuk kasus twitter.

    • Yaa..hanya bisa berharap semoga foto saya gak diapa2in, aamiin. Tapi bisa ya pak..walaupun fotonya sudah diprivat, ttp dicuri juga…
      Utk kasus twitter juga sama kah..??walaupun di protect ttp bisa kecolongan?

      • Kalau sudah di-privat itu tidak bisa dicuri, kecuali kontakmu mengunduhnya dan kemudian mengunggahnya di akunnya tanpa di-setting privat.

        Yang saya ungkap di-blog itu untuk kasus mereka yang berganti-ganti akun karena ketahuan kejahatannya. Konten socmed tetap saja, hanya akunnya yg berubah, tapi banyak orang berpikiran akunnya sudah de-aktive. Alhamdulillah, ada tools untuk melacaknya, sehingga setiap ganti akun akan ter-deteksi.

      • oowh…berarti ttp kontak qt sendiri yg melakukannya ya..Padahal sy ngerasa udh cukup selektif dlm megapprove kontak, tapi ya bisa jadi sih ttp ada penjahatnya. Dia pny akun banyak berarti ya pak..
        hmm…klo tools utk ngelacaknya…tools dri fb juga atau gimana? maaf ya pak..banyak nanya..tpi penting nih..^_^

      • Maaf, saya tidak begitu familiar dg fb karena jarang mengaktifkannya kecuali ada yg mau berdiskusi langsung.

        Yang pernah saya ungkap adalah kejahatan di Twitter:
        http://iwanyuliyanto.wordpress.com/2013/05/13/sidik-investigasi-sisi-gelap-bisnis-jual-beli-akun-twitter/
        Tulisan itu mengungkap bagaimana si pemilik akun twitter itu gonta-ganti akun untuk lari dari kejaran saya setelah saya bongkar kejahatannya. Tools-nya ada saya tulis dalam jurnal tsb.

        It’s okey, nanti saya coba cari tools lacak untuk fb, semoga dapat.

      • oowh..kebetulan sy justru gak terlalu aktif di twitter, followernya juga cuma tmn2 kerja ama mp. Tapi menarik sekali..siap meluncur ke tkp..

        ya..semoga aja dpt ya pak..*ngarep

  2. sepertinya kalau upload foto ke internet itu terus diambil orang bukan mencuri. lah, fotonya ditaro di tempat umum dan nggak dijagain 😀

  3. Wah! kok kasus kamu kayak teman saya, malah fotonya dipakai buat bikin akun yang sama, namanya pun niru-niru. Kasihan teman saya harus menghubungi semua teman FB-nya buat konfirmasi.
    yah! apapun bentuk tindakan pasti ada konsekuensi, entah dari masyarakat atau Tuhan.-)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s