Prompt #26: Pak Tua dan Artis Di Koran

“Ini…benar ini..dia anak bapak.” Pak Tarjo menunjuk-nunjuk dengan jari pada koran di hadapannya.

Aku memandang tingkah laku pak Tarjo, sedikit prihatin.

“Neng, sini Neng. Ini benar anak saya. Neng kan orang tipi, pasti kenal dengan dia, tolong sampaikan ke Warni, bapak kangen. Suruh dia pulang. Bapak nggak akan marah sama Warni.

Aku mendekati pak Tarjo, mengambil koran di tangannya, dan memandangi lekat-lekat wanita cantik di halaman depan koran yang sedari tadi di pegang pak Tarjo.

“Benar ya , Neng. Tolong sampaikan pesan bapak, suruh Warni pulang.” Aku mengangguk pelan, tak mampu berkata apapun. Pak Tarjo yang hidup sebatangkara sudah sangat menderita, tak mungkin kutambah penderitaannya dengan berkata jujur bahwa aku tahu persis, wanita cantik di koran itu bukanlah anaknya.

****************

Delia Anjani adalah artis yang sangat terkenal. Karirnya kini tengah menanjak, popularitasnya naik daun. Puluhan judul film dan iklan telah ia bintangi. Tak banyak yang orang ketahui, bahwa aku, reporter freelance sebuah stasiun TV swasta yang saat ini tengah meliput kisah pak Tarjo, seorang laki-laki tua miskin yang hidup sebatang kara, adalah sahabat masa kecil Delia Anjani. Aku mengenal semua anggota keluarganya, jadi aku sangat yakin, Delia bukanlah anak pak Tarjo. Tapi rasanya tak mungkin juga aku menutupi semua ini, kasihan pak Tarjo. Ia akan terus berharap dan meyakini bahwa Delia Anjani adalah anaknya yang hilang lima belas tahun lalu, saat usia Delia baru lima tahun.

“Pak Tarjo, saya mau nanya, boleh ya, Pak.” Pintaku hati-hati disuatu sore, selepas aku dan kru TV mengambil beberapa adegan. Namun tentulah ini tidak termasuk dalam skenario dan ikut tayang.

“Silahkan, Neng. Mau nanya apa?”

“Ehm..apa yang membuat bapak yakin Delia adalah Warni anak bapak?”

“Neng perhatiin kalungnya..kalung yang selalu dipakai Delia, itu adalah kalung pemberian bapak, itu bapak sendiri yang mengukir kayunya. Tak ada yang bisa mengukir di kayu kecil seperti itu.”

Pak Tarjo meyerahkan koran dan memperlihatkan gambar Delia Anjani yang sedang berdiri, di lehernya tergantung sebuah kalung unik dengan liontinnya berupa ukiran kayu kecil yang indah. Kalung itu jelas sekali. Aku terus menatapnya tak berkedip. Teringat kejadian beberapa tahun silam, saat aku menyerahkan sebuah kalung berliontin kayu pada sahabatku, Delia.

“Aku nggak ingat gimana kalung ini ada sama aku, kata ibuku aku sedang menggenggamnya saat ditemukan terkapar di tengah jalan. Sekarang kukasih buat kamu aja, mungkin kita akan jarang ketemu kalau kamu udah ngetop. Jadi kalau kangen aku, kamu bisa pandangi aja kalung ini.” Delia menerimanya sambil tersenyum, dan kami berpelukan.

 

 

Jumlah kata: 399

Iklan

44 thoughts on “Prompt #26: Pak Tua dan Artis Di Koran

  1. ‘…kata ibuku aku sedang menggenggamnya saat ditemukan terkapar di tengah jalan…’

    ada yang miss. atau aku yang gagal paham.
    si bapak ga ingat wajah anaknya? ditemukan terkapar di tengah jalan menggenggam kalung itu, udah gede atau masih bayi? tdk ada clue tentang kapan mereka terpisah. kronologi waktu itu penting.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s