[BeraniCerita #25] TEBAR PESONA

Aku menandai kalender di meja kerjaku. Kulingkari tanggal 1 september dengan pulpen merah, kemudian menarik garis memanjang ke atas membentuk sudut empat puluh lima derajat, kutulis di ujung garis tersebut: 300 KOMEN. Aku tersenyum puas, jika dibuat dalam bentuk grafik, grafik jumlah komen postinganku dalam satu bulan terakhir pastilah menanjak drastis.Β  Aku sangat menikmatinya, ada kepuasan tersendiri dalam diriku walaupun dengan terpaksa kuhabiskan waktu berjam-jam untuk berbalas-balasan komen. Dan tanggal 1 september ini adalah tanggal dengan komen terbanyak sepanjang sejarah postinganku.

Ternyata seperti itu caranya, tidak susah. Postingan yang kubuat sebenarnya nggak bagus-bagus banget. Tidak berkelas. Namun sejak aku mengganti foto profilku dengan foto sepuluh tahun lalu, yang kuakui sebagai foto terupadate, komentar-komentar mulai bermunculan satu persatu, sekitar sembilan puluh persen dari para wanita. Aku menyadari, bahwa tampangku lumayan mampu membuat para wanita wanita terpikat, terutama masa-masa pada saat usiaku baru kepala dua. kalau kata teman-teman, sekali lewat ya miriplah dengan Bradd Pitt.

Tidak susah menjaring komen puluhan bahkan sampai ratusan dari para wanita yang sama sekali belum kukenal tersebut, cukup memberikan candaan penuh rayu, sedikit gombalan, maka wanita-wanita haus perhatian itu tak pernah berhenti membalas komentar-komentar tak pentingku yang penuh dengan kebohongan.

“Kamu pasti cantik deh”

“Iiih..kok tau sih? Kita kan belum pernah ketemu?”

“Siapa bilang? kita selalu ketemu kok dalam mimpi aa”

“Aa bisa aja, jadi malu nih”

“Hayoo..keliatan tuh mukanya memerah, jadi tambah cantik deh :D”

Tanggal 3 september aku kembali membuat postingan gajebo. Tentang rambutku yang sudah harus dicukur, tapi aku malas ke tukang pangkas rambut. Tanggal 2 september dengan sangat menyesal aku terpaksa melewati acara berbalas komen. Jaringan internet di kantorku mengalami kerusakan, sementara karena sesuatu dan lain hal aku tak dapat melakukan aktivitas menyenangkan ini di rumah.

Satu menit berlalu..lima menit…satu jam…dua jam…5 jam. Postinganku kosong melompong, tak ada komentar-komentar histeris dari para fans wanitaku. Ada beberapa, tapi mereka para viewer baru dengan komen seadanya dan berkesan garing. Aku tak tertarik membalasnya. Ada apa ini? Aku mulai bertanya-tanya.

Iseng-iseng aku mencoba blogwalking, suatu aktivitas yang sangat jarang kulakukan. Blogwalking hanya kulakukan pada blogger baru wanita untuk memancing mereka datang ke “rumah”ku. Aku mulai melihat-lihat dengan malas. Sampai pada suatu postingan, aku terbelalak kaget. Yang memposting tulisan itu diriku sendiri. Judulnya tidak ada, hanya titik titik yang mengisi kolom judul. Dengan perasaan bingung dan aneh aku membukanya. Aku tercekat, dadaku bergemuruh. Beberapa kalimat singkat, ditulis dengan font Comic San MS berukuran Large, dan semua berhuruf kapital. Diposting pada tanggal 2 september, pukul O9.55 WIB.

PEMILIK BLOG INI LAKI-LAKI GENDUT BERUMUR 40 TAHUN, PUNYA ANAK 4, RUMAH MASIH NUMPANG SAMA MERTUA, DAN HANYA PEGAWAI HONORER. MASIH TERTARIK CARI-CARI PERHATIAN…???

Aku terdiam,lupa kalau istriku seorang wanita yang sangat pintar….

Iklan

24 thoughts on “[BeraniCerita #25] TEBAR PESONA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s