Begini Tandanya Jika Bocah Lapar

Image

Sore ini, saya menghabiskan waktu bersama keponakan saya, Wildan. Nggak kemana-mana, di rumah aja. Si bocah asyik maen game Ninja Saga, saya di dapur, nyiapin masakan buat ayah saya.

“Dan..Dan..ini masih ada sisa sate, mau nggak?” Saya menyodorkan sate yang bersisa 5 tusuk.

“Pedes nggak, Tan?”

“Nggak, nih abisin aja.” Dicoba satu oleh dia.

“Huum….” Ujarnya. Langsung piring di tanganku di ambil dan di bawa ke depan.

“Abisin yaaa..”

“Iyaaaaa..”

Saya asyik lagi di dapur. Wildan datang ngembaliin piring sate tadi.

“Tan, pisaunya bersih nggak?” Tanyanya sambil menunjuk pisau di dekatku.

“Bersih, kenapa..?”

“Aku potong ya kuenya..” Pintanya sambil menunjuk ke atas kompor.

Aku menoleh, oh iya…ternyata aku meletakkan cake buah di atas kompor karena semutan, berharap semut-semutnya hilang karena suasana panas di sekitar kompor.

“Iya, potong aja..bisa kan sendiri?”

“Iya, bisa” Dipotonglah cake buah tersebut, dan kembali di bawa ke depan.

Eh..nggak berapa lama si bocah muncul lagi.

“Tante masak apa?”

“Ini..buat kakek.”

“Nggak bikin tempe, Tan?”

“Tempe?”

“Iya..yang dipotong kotak-kotak itu.”

“Oh, itu…Idan mau?”

“Emang ada?”

“Ya nggak ada, nanti tante bikinin.”

“Tapi disambel ya, Tan?”

“Disambel?” Saya agak kaget, karena setahu saya nih anak paling takut ama pedes, persis sama kayak ayahnya (kakak saya). “Emang Idan pernah nyobain yang disambel?”

“Pernah..yang waktu itu tante buat, yang dicampur ikan asin.”

Ooowh…saya sendiri udah lupa πŸ˜€

“Iya, deh…ntar tante buatin.”

“Tapi yang disambel ya, Tan..”

“Iya…”

KemudianΒ  bocah balik lagi ke ruang depan, melanjutkan permainannya.

Β 

Sore itu perut saya agak sakit, sumilangeun kalau orang Sunda bilang. Jadi masakan yang belum jadi saya tinggalin sebentar. Saya tidur-tiduran di kasur depan TV. Wildan ke dapur mengambil air minum, kemudian mendekati saya.

“Tan, aku makan ya..?”

“Makan apa?”

“Itu…ada ayam goreng, masih di atas kompor.” Oh iya..saya tadi emang belum mindahin ayam yang barusan di goreng, masih di atas wajan.

“Oh, ya udah, ambil aja.” Wildan balik lagi ke dapur. Tiba-tiba saya tersadar, nih anak pasti laper, bolak-balik ke dapur nyari makanan.

“Idaaaan….makan ayamnya pake nasi. Nasinya ambil sendiri ada di dandang.”

“Iyaaaa, Tan..”

Dan..akhirnya…makanlah dia dengan lahap. Setelah itu nggak lagi bolak-balik ke dapur. Hadeuuuh…jadi laper ceritanya… πŸ˜€

Β 

Iklan

12 thoughts on “Begini Tandanya Jika Bocah Lapar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s