Ketika Malas Terkalahkan…

Saya memikirkan banyak hal, kira-kira usaha terbaik apa yang telah saya lakukan dalam hidup. Apakah berhasil masuk perguruan tinggi negeri? lulus tepat waktu? bekerja dan punya tabungan? Bikinin masakan yang enak untuk ayahku? Atau mengurus ponakan saat mereka nginep di rumah?Aaah…saya masih merasa itu bukan usaha terbaik saya. Baiklah….setelah berpikir keras, saya mencoba mempersempit “waktu” dalam hidup saya. Usaha terbaik dalam hidup saya untuk hari ini 😀

Yaa…hari ini saya merasa telah melakukan yang terbaik, yaitu: berhasil mengalahkan rasa malas untuk ngeberesin kamar dan isi lemari 😀

Sejak acara lamaran untuk adik saya di penghujung bulan Sya’ban yang lalu, kamar saya benar-benar bagai kapal pecah. Seluruh barang tumplek blek di dalam kamar. Mulai dari buku-buku yang biasa berserakan di meja ruang tengah sampai barang-barang kecil seperti battere, sisir, mouse, headset. Semua nyampur di atas kasur. Saya tidur pakai kasur bawah, kasur atas buat menampung barang-barang. Bukan tanpa alasan saya jadi malas ngeberesinnya, karena sekitar dua atau tiga hari sebelumnya saya baru habis-habisan bebenah kamar. Ketika acara lamaran adik saya..saya memang tidak ikut, karena nggak bisa ninggalin kerjaan, dan waktu itu kita juga tidak menyangka kalau pihak laki-laki datang untuk melamar, kirain silaturrahmi biasa. Naah..pas pulang malam hari..saya syock lihat isi kamar. Tidaaaaak…Ternyata keluarga saya menjadikan kamar saya sebagai “gudang” sementara. Jadilah saya memutuskan, ntar aja deh pas libur puasa dibenahi lagi.

Namun ternyata, selama libur puasa, justru maunya berleha-leha, susah sekali melawan rasa malas. Saya juga lebih prefer buatin souvenir untuk nikahan adik saya dari pada ngebenahin kamar. Tapi, alhamdulillah..entah kenapa, hari ini saya begitu bersemangat, mungkin juga karena sudah diniatin dari semalam, hari ini harus jadi beberes kamar. Pagi-pagi habis beresin dapur, langsung lanjutin ngebenahin kamar. Ketika ada yang nge-bbm, langsung takut..mudah-mudahan bukan teman yang ngajakin jalan. GR sih ceritanya, hehe…Ternyata teman dekat saya yang minta pola rajutan. Membenahi kamar, pasti sepaket dengan membenahi isi lemari. Tentu yang saya lakukan pertama kali mengeluarkan semua isi lemari. Menyortir pakaian-pakaian lama yang tak terpakai lagi. Ini sortir yang kedua, karena sebelumnya saya sudah melakukan hal yang sama. Ternyata..masih banyak juga pakaian-pakaian yang seharusnya tak perlu lagi ada dalam lemari. Pakaian-pakaian yang nggak kebagian tempat akhirnya bisa gantian masuk dalam lemari.

Barang-barang di atas kasur, tak lain dan tak bukan sebenarnya milik saya sendiri. Buku-buku persiapan masuk PTN, modul, kertas soal-soal UN dan PTN, novel-novel, dan dvd Korea aneka judul, berserakan dengan gembiranya. Alhamdulillah..semua sudah diletakkan di tempatnya masing-masing, bergabung kembali dengan teman-teman mereka yang sejenis… 😀 Ternyata, niat saja emang tidak cukup, harus diikuti kemauan yang keras.

Untuk hari ini, saya pikir itulah hal yang terbaik yang telah saya lakukan. Entah besok, lusa, bulan depan, tahun depan, semoga saya juga tetap bisa melakukan hal-hal terbaik lainnya.

Tulisan ini diikutsertakan dalam

give_away

Iklan

8 thoughts on “Ketika Malas Terkalahkan…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s