Dia itu…adik sekaligus teman…

Kami semua terdiri dari 5 saudara. Tiga diantaranya sudah menikah dan tak serumah lagi. Praktis di rumah tinggal bertiga, saya, adik bungsu, dan ayah. Ibu saya sendiri telah berpulang ke rahmatullah sejak tahun 2007. Saya dan adik bungsu ini banyak menghabiskan waktu bersama, walau pada akhirnya karena kecelakaan motor yang menimpanya akibat ngantuk di jalan, ayah saya tidak mengizinkannya lagi untuk pulang pergi Bogor-Pondok Labu. Ia disuruh kost saja di daerah sana, pulang seminggu sekali kalau pas libur kerja. Kami menjadi jarang ketemu, terutama karena saya juga kerja dan sering pulang malam. kadang-kadang pas adik saya ini pulang, justru saya seharian di luar rumah sampai malam, untuk urusan kerja tentunya….bukan kelayapan.. πŸ˜€

Namun dengan sedikitnya frekuensi pertemuan kami, justru kadang-kadang timbul momen-momen lucu yang tak terlupakan. Biasanya kalau pas banget kami ketemu, saya libur dan dia pun libur, langsung kami manfaatkan buat jalan. “Yuk..jalan yuk..” Pasti salah satu ada yang memulai kalimat tersebut. Pernah suatu hari..saya bete dan manyun habis-habisan. Perkara sepele…pas mau berangkat rapat (waktu itu sedang persiapan bimbel baru), saya nggak berhasil menemukan pakaian yang match, pake ini gak cocok, pake itu..terlalu ngejreng..yang ini..belum di gosok..Huuuh..pokoknya saya benar-benar udah bete duluan, muka ini kelipat-kelipat nggak karuan. Ketika adik saya pulang, dia bisa melihat wajah bete saya, dan bertanya kenapa. Pas saya jelasin dia hanya ketawa ngakak, huuuuft…tambah manyun deh. “Yuk. ke Cibinong..udah batalin aja nggak usah datang,” ajaknya kemudian. Kami memang kerap maen ke Cibinong, ke tempat kakak saya yang pertama, walaupun sampai di sana toh kami nggak ngapa-ngapain, paling numpang tidur. Dan jadilah hari itu manyun saya hilang karena di ajak jalan.. πŸ˜€

Dalam beberapa situasi, kadang saya dan adik saya ini lebih seperti teman ketimbang saudara. Namun dilain hal saya bisa bersikap sebagai seorang kakak terhadap adik, memberinya nasehat atau kadang-kadang memarahinya jika ada sesuatu hal yang tidak tepat dia lakukan, kadang juga sebaliknya,,dan saya bisa dengan polosnya mengikuti apa maunya dia. Seperti kejadian hari itu, kami berdua menghabiskan sore yang cerah dengan jalan-jalan ke mall. Ada sebuah jaket yang sangat menarik perhatian saya, ketika sedang mencoba-coba sambil melihat harganya, dengan cepat adik saya mengambil dan meletakannya kembali. “Udah..jaket Cema udah banyak.” Cema adalah panggilan adik saya ke saya..dan hanya dia seorang yang memanggil saya dengan sebutan “Cema”. Dan saya pun nurut..karena yaa..benar juga apa katanya.Β  Di lain kesempatan, saya tertarik dengan sebuah baju atasan. Saya adalah penggemar warna pink dan ungu. Maka dengan otomatis pakaian apapun akan selalu tampak menarik hanya untuk dua warna tersebut. Saya langsung mengambil yang berwarna ungu, kalau ada pink tentulah saya akan galau. Ketika adik saya melihat, lagi-lagi dia dengan cepat mengambil baju di tangan saya dan meletakkan di tempatnya. “Baju Cema yang ungu udah banyak, nih..orange belum ada.” Saya masih mau ngeyel..tapi dia dengan cepat menarik tangan saya..”Udah…yang orange juga bagus.” Naah…kalau udah gitu..saya dengan polosnya manut aja. Udah kayak dia aja yang jadi kakak. Kami kemudian ke kamar pas. Adik saya juga mengambil baju dengan warna sama. Dan di kamar pas…dengan pedenya kami berdua foto-foto, lumayan lama. Padalah itu baju belum di bayar..dan bisa jadi sudah ada orang lain yang lagi ngantri mau ngepasin baju juga πŸ˜€

Tidak selamanya saya dan adik saya akur. Kadang-kadang kami bertengkar, biasanya urusan kerjaan. Rebutan nggak mau ngerjain..xixixixi…Kadang juga kami terlibat obrolan seru…saling curhat, ketawa ketiwi berdua, sampai-sampai ayah saya kepo, mau tauuu aja apa yang diobrolin. Namun momen paling tak terlupakan bersama adik saya ini adalah jika kami berdua harus mengangkat galon aqua. Persediaan galon di rumah ada dua. Jadi kalau satu habis, maka otomatis yang satunya kami sendiri yang ngangkat. Urusan ngangkat galon ke dispenser ini emang tugas kami berdua. Tapi…sekalipun belum pernah kami berhasil ngangkat galon dengan normal tanpa ada tumpahan air. Setiap ngangkat galon selalu didahului dengan ketawa cengengesan…saya sendiri lupa bagaimana awal kejadiannya. Yang jelas..sampai sekarang, kalau harus ngangkat galon..pasti sebagian airnya akan muncrat tumpah, sebanyak cengengesan kami berdua. Pernah sekali saya dengan perjuangan yang sangat berat, berusaha untuk tidak tertawa, tampang dibuat serius, cenderung lebay sih seriusnya. Adik saya langsung ngomong, “Udah deh..nggak usah sok serius, keliatan cema itu mau ketawa.” Aaah..ternyata saya tidak berhasil menyembunyikan sedikit tarikan ujung bibir. Ketika suatu saat..saya benar-benar berhasil untuk tidak tertawa..laaah..malah adik saya yang udah ketawa cengengesan duluan.

Banyak memang momen-momen indah yang tak terlupakan bersama adik bungsu saya ini, karena kami memang banyak menghabiskan waktu bersama-sama. Tapi mungkin itu semua hanya akan menjadi kenangan, entah kami masih bisa jalan-jalan berdua lagi atau tidak, masih bisa ketawa ngakak berdua atau tidak kalau lagi nonton, atau cengengesan ngangkat galon, karena..sebentar lagi adik saya ini akan mengakhiri masa lajangnya, meninggalkan saya sendiri..

Tulisan ini diikutsertakan dalam Giveaway ‘Sweet Moment’ yang diselenggarakan oleh UnTu

Iklan

2 thoughts on “Dia itu…adik sekaligus teman…

  1. serunya keakraban adik-kakak πŸ˜€

    biar gak tumpah, ada tutup galon yang ada semacam klepnya, klepnya itu baru terbuka setelah didorong sama bagian benda yang ada di dalam dispenser, jadi nggak akan ada tumpahan air.

  2. iya..emang paling deketnya ma dia sih..hehe, kayak hari ini juga..udh mau jalan lagi ber2.. πŸ˜€
    oh gitu…enak juga ya..gak bikin banjir.. πŸ˜€ Tapi mgkn nanti acara angkat2 galon udh gak ama adek sih..klo gak minta tlg sm kakak yg deketan rumah, ya saya ama bibi yg suka dtg tiap pagi ke rumah..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s