[BeraniCerita #23] Petaka

“Ibu Rima..alhamdulillah..anak yang ibu cari selama ini benar ada di panti asuhan kami. Ciri-cirinya sangat sesuai dengan keterangan ibu. Ada tanda lahir di belakang lehernya. Ia tumbuh menjadi anak yang sangat cantik dan ramah. Kami memberinya nama Bunga, sesuai dengan kecantikannya. Kami menanti kedatangan ibu segera di panti asuhan. Bunga sudah tak sabar ingin bertemu ibu kandungnya. Terima kasih.”

Wanita muda berusia sekitar 25 tahun itu tersenyum senang. Betapa gembiranya ia bahwa usahanya selama ini akhirnya membuahkan hasil.

 ******

“Ayo, Bunga..sebentar lagi ibu kandungmu  tiba. Kamu harus berdandan yang cantik, agar ibumu senang.” Ibu Rukmini, yang merupakan ibu kepala panti asuhan sibuk mempersiapkan Bunga.

“Bunga…selamat ya..akhirnya kamu ketemu dengan ibu kandungmu..”

Teman-teman satu panti bergantian mengucapkan selamat pada Bunga. Tak dapat dilukiskan betapa bahagianya Bunga, gadis cantik berusia 12 tahun tersebut. Setelah bertahun-tahun menanti orang tua asuh datang mengadopsinya, yang tiba kini justru orang tua kandungnya.

 ******

Bunga berjalan senang menuju mobil yang terparkir di depan panti asuhan. Ibu kandungnya, seorang wanita muda  cantik, menggamit pundaknya.

“Jangan sungkan ya, Bunga. Mulai sekarang, kita akan tinggal bersama. Kamu akan tinggal dengan mama di rumah yang sangat besar dan mewah. Kamu akan dapat semua yang kamu inginkan.”

“Terima kasih, mama..Bunga sayang mama.” Bunga memeluk ibunya. Sang ibu balas memeluk sambil tersenyum senang. Di tangannya..ia masih memegang surat dari ibu kepala panti asuhan, ibu Rukmini. “Terima kasih pak pos, kamu mengantarkan surat ini tepat waktu, sehingga tiba di tanganku lebih dahulu. Tak lama lagi..kekayaanku bertambah..gadis kecil ini sangat cantik, kulitnya bersih, pasti harganya mahal,” ia membatin.

 *******

Di sebuah rumah, yang berjarak kurang lebih 60 km dari panti asuhan, Rima berjalan bolak balik dengan gelisah.

“Sabar, Bunda…mungkin besok surat itu sampai,” Suami Rima mencoba menenangkan.

Rima tidak yakin, perkiraannya surat tersebut harus sudah sampai paling lambat kemarin. Tiba-tiba ia teringat sesuatu.

“Danti kemana, Yah? Kemarin kan kita seharian pergi, mungkin Danti yang terima surat itu.”

“Maaf, Bun..ayah sengaja nggak ngasih tahu bunda, karena bunda akhir-akhir ini begitu gelisah. Kemarin sore Danti minta berhenti kerja di rumah kita. Ayahnya di kampung sakit keras, begitu alasannya.”

Rima terhenyak…mukanya pucat. Danti..wanita muda, yang datang tiga bulan lalu untuk meminta pekerjaan, memang sangat mencurigakan. Penculikan terselubung anak-anak panti asuhan, akhir-akhir ini sering terjadi, memenuhi berita-berita di surat kabar dan televisi. Dan sekarang…anak kandungnya yang dulu ia tinggalkan di rumah sakit  saat usianya baru 15 tahun karena tak diinginkan keberadaannya oleh keluarga, dan akhirnya menjalani hidup di panti asuhan, hampir dipastikan juga menjadi korban.

(378 kata)

Iklan

6 thoughts on “[BeraniCerita #23] Petaka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s