[BeraniCerita #22] TANGGA MAK SITI

https://catatanherma.files.wordpress.com/2013/07/87e8d-large1.jpg

Mak Siti bukanlah warga baru di kampung itu. Selama lima tahun ia meninggalkan kampung karena ikut Rohana, putri tunggalnya yang menikah dengan pengusaha kaya asal Tionghoa. Ketika kembali, Mak Siti membawa banyak uang, dan menyulap rumah lamanya yang kumuh menjadi sebuah rumah mewah.

“Rohana dan suaminya meninggal karena kecelakaan, “ akunya pada warga sambil menangis sesunggrukan.

“Anak-anaknya gimana, Mak?”

“Mereka belum dikarunia anak, dan ternyata menantu saya mewariskan separuh hartanya pada emak, mungkin karena emak baik.” Mak Siti kembali menangis.

***********

“Benar nih Mak ini buat kita semua?” Tanya  Kelik mewakili teman-temannya

“Iya…di dalam mak masih punya banyak permen, kue, ayo..masuk ke dalam..”

Anak-anak kecil itu dengan senang hati dan gembira masuk ke dalam rumah mewah Mak Siti. Di dalam mereka terkagum-kagum dengan isi rumah tersebut. Di pojokan, dekat dengan pintu samping, ada sebuah tangga. Tangga yang menghubungkan lantai bawah dan lantai atas yang tidak terlalu luas. Tangga itu menarik perhatian, karena terlalu mencolok dan posisinya yang janggal di dalam ruangan. Kelik langsung berlari munuju tangga, diikuti teman-temannya. Ingin sekali mereka menapaki kaki tangga satu persatu.

“Jangaaaan..!” Tiba-tiba Mak Siti berteriak, membuat anak-anak kampung tersebut kaget. Wajah Mak Siti yang semula ramah tiba-tiba berubah menakutkan. Spontan Kelik dan teman-temannya berlari ketakutan.

*************

Insiden tangga ternyata menyebar cepat dan menimbulkan kecurigaan warga setempat. Mereka percaya Mak Siti menyembunyikan sesuatu. Warga mulai tidak percaya dengan cerita Mak Siti tentang kematian anak dan menantunya. Pada suatu kesempatan, para warga menyerbu rumah Mak Siti, dan beramai-ramai menuju tangga untuk ke atas.

“Jangan…jangan…!” Mak Siti berteriak sambil mencegah para warga yang jumlahnya puluhan tersebut.

“Kalian akan menyesal…kalian pasti menyesal…!”

Terlambat…para warga telah  mencapai tangga. Beberapa ada yang telah berhasil menaiki tangga. Mak Siti yang terjatuh karena didorong seorang warga hanya dapat melihat dengan pandangan sedih dan menyesal.

Terlambat…merasa terganggu dan dalam upaya melindungi anaknya, seekor hewan dengan taringnya yang tajam menyembul diantara gigi-giginya, sepasang matanya yang menatap marah, dan dengan cakarnya yang bagaikan ujung tombak, menerjang warga penuh kemarahan…

(310 kata)

Iklan

13 thoughts on “[BeraniCerita #22] TANGGA MAK SITI

  1. pertanyaan saya sama dgn bang jampang. plus, buat apa juga miara hewan buas? trus ada hubungan apa hewan itu dgn kematian anak menantunya? *saya banyak nanya yah? hehe

    • iya..banyak bgt nanyanya..hehe…Gak ada hubungan apa2..kematian anaknya sebagai latar belakang kepulangan Mak Siti aja. Tentang hewan buas…yaaa…cuma pgn bikin kejutan diakhir cerita aja. Sy kurang tau..dlm FF emang hrs ada kaitan satu sama lain ya..?? maklum…newbie..:D

      • menurutku sih dalam sebuah cerita entah itu ff atau cerpen, semua elemen dalam ceritanya mesti sinergis. satu kejadian dan yang lainnya mesti saling berhubungan. Tips nih, setelah selesai menulis, ‘mundur’ selangkah, posisikan diri sebagai pembaca lain. Apakah cerita yang dibaca ini logis (bahkan dalam cerita fantasi pun, logika tetap mesti diperhatikan), kira2 pertanyaan apa yg , mungkin muncul di benak pembaca. Nah, setelah proses ini selesai, coba revisi bagian yang dirasa masih belum klop, batu deh dipublikasikan. Terus menulis ya Herma. Salam. 🙂

  2. Ada satu kalimat yang belum ‘show’. “Tangga itu menarik perhatian, karena terlalu mencolok dan posisinya yang janggal di dalam ruangan.” ~ janggalnya gimana? Apa letaknya tepat di tengah ruangan dengan sebuah bilik yang berbunyi dan berderik-derik di dalamnya?

    Tapi idenya menarik ^^

    Mungkin akan lebih pas jika di awal cerita digambarkan bahwa Mak Siti sering membeli daging banyak padahal dia hidup sendiri. Ya asumsinya dia ngasih makan piaraannya. Atau banyak kejadian beberapa orang yang bertamu tidak pernah kembali. Adegan anak-anak dikasih permen itu dihilangkan aja. Menggiring opini bahwa di rumah itu ada sesuatu yang aneh hanya dari deskripsi anak-anak kadang sering diabaikan orang dewasa.

    hehehe 😀

  3. Menarik perhatian karena terbuat dri papan kayu, di tengah rumah mewah tsb, sehingga jangankan dinaiki, dipegang aja kahawatir menimbulkan bunyi berderik2 yg akan membangunkan hewan di atas, dan letaknya yg justru dekat pintu. Mungkin sebaiknya emang penjelasan tsb dimasukkan dlm tulisan ya mba.. 😀

    Makasih utk masukannya mba..semoga ke depannya bisa bikin yg lebih bagus lagi. Maklum..msh pemula banget…hehe…

    salam kenal.. 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s